Komentar film: The Best toy
Eskalasi, keunggulan untuk menyenangkan teman-teman Anda, tetapi apakah itu benar-benar diperlukan? Anak-anak, sejak usia sangat muda, peka terhadap dunia luar dan pendapat orang lain mempengaruhi perilaku kita. Sebuah film yang sangat indah untuk menjelaskan kepada anak-anak kecil bahwa penting untuk memiliki rasa percaya diri. Temukan film Gabriel Lin lainnya http://gabelin.blogspot.jp Tanyakan film: Mainan Terbaik Pahami cerita, tema, ekspresikan kepekaan Anda dan latih pemikiran kritis Anda. Ada dua isu interpretasi utama untuk film ini. Pada tingkat pertama, ini adalah pertanyaan tentang memahami pengalaman psikologis yang diceritakan: belajar melepaskan pandangan orang lain, memercayai diri sendiri. Ini berarti berfokus pada evolusi emosi karakter, ekspresi mereka yang mudah dibaca, dan membuat asumsi. Jika identifikasinya bersifat langsung di sini, mengingat konteks yang familiar bagi anak-anak (taman bermain atau taman umum), faktanya memahami pergeseran tokoh utama belum tentu jelas. Pada tingkat kedua, pertanyaannya adalah mengidentifikasi tema-tema yang terkait dengan konteks yang lebih luas, seperti perlombaan teknologi, mode, dan kaitannya dengan efektifitas atau hubungan dalam kelompok. Mengubah fokus atau konteks dapat menjadi cara untuk membuat mereka memahaminya. 1 Bagaimana kita mengetahui apa yang dipikirkan karakter? Berkat ekspresi mereka. Karena kita pernah mengalami situasi yang sama... 2 Dimana dan kapanapakah ceritanya berjalan? di negara mana? Kami tidak tahu persisnya, tapi di negara di mana anak-anak bisa bermain dengan mainan elektronik... 3 Apa yang mendorong anak untuk terus-menerus memodifikasi mainannya? Dia ingin menjadi yang paling cantik, paling sempurna di hadapan rekan-rekannya. 4 Mengapa seorang anak menolak untuk memperbaiki mainannya? Dia memahami bahwa dia tidak akan dapat memiliki mainan yang paling canggih: dengan setiap peningkatan yang ditambahkan, ada mainan baru yang muncul dengan fungsi baru. 5 Apa pendapat kami tentang keadaan terkini mainan DIY anak tersebut? Dia hebat: dia berhasil menggabungkan banyak fungsi berbeda? Itu sejenis monster, siapa yang tidak bisa bertahan? 6 Di akhir film, apakah anak tersebut belajar sesuatu? Apakah dia kehilangan sesuatu? Dia masih sendirian, tapi dia bersenang-senang sendiri. Ia belajar untuk tidak bergantung pada pandangan anak lain. 7 Apa kesan kedua teman sekelas anak tersebut di awal dan akhir cerita? Awalnya mereka tertarik pada mainannya, kemudian pada mainan yang lebih canggih. Mereka kembali menemuinya di akhir dan memiliki reaksi yang sama. 8 Dan jika kita mengganti karakternya dengan orang dewasa, bagaimana kita menulis ulang ceritanya? Apakah di kantor dan orang dewasa akan membandingkan ponsel cerdas mereka? atau di rumah sebesar televisi mereka?
Dunia film pendek: The Best toy
Memahami cerita dan tema, mengekspresikan perasaan dan mengembangkan pemikiran kritis.
1Comment sait-on ce que pensent les personnages ?
Grâce à leurs expressions. Parce qu’on a déjà vécu les mêmes situations...
2Où et à quelle époque se passe l’histoire ? dans quel pays ?
On ne sait pas précisément, mais dans un pays où les enfants peuvent jouer avec des jouets électroniques...
3Qu’est-ce qui pousse l’enfant à sans arrêt modifier son jouet ?
Il veut avoir le plus beau, le plus perfectionné face à ses camarades.
4Pourquoi l’enfant abandonne-t-il le perfectionnement de son jouet ?
Il comprend qu’il ne pourra pas avoir le jouet le plus perfectionné : à chaque amélioration ajoutée, il y a un nouveau jouet qui apparait avec une nouvelle fonction.
5Que penser du dernier état du jouet bricolé de l’enfant ?
Il est génial : il a réussi à mettre ensemble plein de fonctions différentes ? C’est une sorte de monstre, qui ne peut pas tenir ?
6À la fin du film, l’enfant a-t-il appris quelque chose ? A-t-il perdu quelque chose ?
Il est quand même seul, mais il s’amuse bien tout seul. Il a appris ne pas dépendre du regard des autres enfants.
7Quelles sont les impressions des deux camarades de l’enfant au début et à la fin l’histoire ?
Au début ils sont intéressés par son jouet, après par les jouets plus perfectionnés. Ils reviennent le voir à la fin et ont la même réaction.
8Et si on remplaçait les personnages par des adultes, comment réécrirait-on l’histoire ?
Ce serait au bureau et les adultes compareraient leurs smartphones ? ou à la maison la taille de leur téléviseur ?